Kalau Anda sudah lama menggunakan Trello, mungkin merasakan hal yang sama seperti saya. Dulu versi gratisnya sudah lebih dari cukup untuk mengatur pekerjaan, membuat daftar tugas, hingga berkolaborasi dengan tim. Namun seiring waktu, semakin banyak fitur yang dibatasi sehingga untuk kebutuhan yang mulai berkembang kita dipaksa mempertimbangkan paket berbayar.
Bagi perusahaan besar mungkin biaya tersebut bukan masalah. Namun bagi UMKM, digital agency, content creator, freelancer, maupun pengusaha yang sedang bertumbuh, biaya langganan software sedikit demi sedikit bisa menjadi beban operasional yang cukup besar.
Saya kemudian berpikir sederhana. Saya sudah memiliki VPS untuk menjalankan beberapa website WordPress dan aplikasi internal. Resource server masih cukup longgar. Daripada terus membayar software setiap bulan, kenapa tidak memanfaatkan server yang sudah ada untuk memasang aplikasi sendiri?
Setelah mencoba beberapa alternatif, akhirnya saya memilih Vikunja, sebuah aplikasi open source yang memiliki konsep mirip Trello. Yang membuat prosesnya jauh lebih mudah adalah saya dibantu AI saat instalasi dan konfigurasi sehingga pekerjaan yang dulu terasa rumit sekarang bisa diselesaikan jauh lebih cepat.




